Membeli
adalah kegiatan yang dipengaruhi oleh faktor emosional. Emosional calon
pembeli dapat dipengaruhi sejak awal, kebanyakan orang menyebutnya
dengan "kesan pertama". Kesan pertama, adalah yang membuat dua insan
saling jatuh cinta, demikian juga seharusnya calon pembeli terhadap
anda. Memiliki kesan pertama yang baik dan disukai, adalah faktor
penentu dalam sebuah keputusan untuk membeli.
Kesan
pertama yang baik akan membuat semua tindakan terlihat lebih baik,
demikian juga kesan pertama yang buruk akan membuat semua tindakan
selanjutnya terkesan kurang baik. Berikut adalah hasil riset Harold
Kelley (1950) terhadap para mahasiswa yang mendapatkan 2 dosen tamu.
Berikut Harold memberikan ciri-ciri dosen tamu terhadap para mahasiswa
yang menjadi objek penelitiannya.
Dosen A : Sinis, Rajin, Kritis, Praktis, Teguh pendiriannya
Dosen B : Ramah, Rajin, Kritis, Praktis, Teguh pendiriannya
Dosen A : Sinis, Rajin, Kritis, Praktis, Teguh pendiriannya
Dosen B : Ramah, Rajin, Kritis, Praktis, Teguh pendiriannya
Hanya
1 kata diawal yang berbeda,
maka membuat Dosen A, memiliki kesan lebih buruk. Kata-kata rajin,
kritis, praktis, dan teguh dari Dosen A sudah dipengaruhi oleh kata
pertamanya "sinis". Seakan-akan kerajinan, sifat kritis, kepraktisan,
dan keteguhan Dosen A dilandasi oleh sifat sinisnya.
Kesan pertama memang sangat berpengaruh, bahkan sebenarnya hampir pada semua aspek kehidupan. Dalam kegiatan penjualan,
kesan pertama hanya membutuhkan waktu sekitar 3 detik. Berikut adalah
beberapa hal penting yang harus kita kondisikan sebaik mungkin untuk
memberikan kesan pertama yang sangat "menggoda" calon pembeli!
Semua
point diatas diperlukan dalam 3 detik pertama, untuk memberikan kesan
yang positif. Bagaimana memberikan dan memelihara kesan pertama dibahas
pada artikel yang lain.
Sukses untuk anda!
Sumber: id.jobsdb.com
